Saturday, December 08, 2007

Jika Indera kamu komplit Jangan Pernah katakan: Aku ini susah dan tak mampu

Kalau Kamu sudah dianugerahi kaki, tangan, dan panca indera yang komplit...

Maka Jangan Pernah katakan :
Aku ini susah dan tak mampu

































Jika kamu tahu banyak yang kelaparan, Habiskanlah tiap butir nasi dipiringmu

Jikalau kamu tahu masih banyak yang kelaparan, maka :
Jangan Pernah tinggalkan butir nasi di piring kamu, sebab itu sangat Berarti














Habiskanlah setiap butir nasi yang kita makan, karena kita tidak tahu bahwa mungkin berkah dari Tuhan ada pada butir terakhir nasi di piring kita.

Tuesday, November 06, 2007

hemmm.....

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.

Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.

Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!" Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.

"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya.

"Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.

"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.

"Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.

"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...."

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

"Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.

Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?

Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.

Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.

Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.

Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.

Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.

Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.

Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.

Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.

Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.

Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Wednesday, October 17, 2007

Fake Plastic Trees by Radio Head



Her green plastic watering can
For her fake chinese rubber plant
In fake plastic earth.
That she bought from a rubber man
In a town full of rubber plants
Just to get rid of itself.
And it wears her out, it wears her out
It wears her out, it wears her out.

She lives with a broken man
A cracked polystyrene man
Who just crumbles and burns.
He used to do surgery
For girls in the eighties
But gravity always wins.
And it wears him out, it wears him out
It wears him out, it wears him out.

She looks like the real thing
She tastes like the real thing
My fake plastic love.
But I cant help the feeling
I could blow through the ceiling
If I just turn and run
And it wears me out, it wears me out
It wears me out, it wears me out.

And if I could be who you wanted
If I could be who you wanted,
All the time, all the time, ohhh... ohh...

kisah sang kupu kupu...

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.

Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan...Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan...Dan Tuhan memberi kita Berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran...Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati...Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati. Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita.

Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?

Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri...

Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.

Wednesday, October 03, 2007

kematian...?

Sungguh, kematian begitu indahnya..
Sudah tak ada lagi rasa yang menyayat, tangis dan rintihan, kelu dan kebisuan. Yang ada hanya diam dalam kelam, menanti alam yang menjembut raga. Kosong, tak berbentuk dan lugas tak terlindas.
Mati, sudah biasa..bahkan berkali dalam mimpi. Berjuta dalam rasa, tidak cuma sekali..tapi berkali-kali.
Ya, taburan bunga datang tak terduga, entah siapa yang turut berduka, entah siapa yang masih menyimpan rasa, tapi cuma dalam hitungan menit. Bunga melayu, luruh bersama terpaan angin diatas pusara, terbang bersama hembusan semberani sang nafas dunia.
Bukan kali ini saja, kematian berkali-kali..meski kehidupan hanya sekali. Berkali-kali…dengan cara yang sama.
Ya, taburan bunga datang tak terduga, meretas asa yang tergerus sukma. Merengkuh ajal kefanaan jiwa. Cuma semalam, tapi dalam sepanjang masa.
Bukan hanya sekali, tak hanya jatuh lalu ditindih, tapi diinjak lalu dibuang.
Mengapa harus datang “lagi” dengan kesenyapan yang kau punya!? Melongok, menyampaikan rasa lalu setelah kesenyapanmu kembali riuh, kau diam dan melangkah seakan tak ada apapun didetik yang lalu.
Mengapa harus singgah “lagi” kalau hanya untuk mencerca!? Tak perlu ada kata kalau sudah tak nyata, tak perlu sia-siakan waktu untuk berkeluh kalau hanya untuk meludahi.
Aku sudah biasa, sudah tidak heran dengan rasa. Bagimu cuma permainan, bagiku sebuah kenyamanan.
Entah, aku tak tau hitam putihnya lembaran itu, tak mengerti bait kata yang tertoreh indah, tak mengerti makna dibalik lara. Aku hanya menerka, turut merasa lalu terdiam, lelap dengan cerca.
Terima kasih. Aku sudah terbiasa…
Datang, tersenyum, berkisah lalu pergilah dengan cercaan. Aku sudah biasa…
Bukan orang sempurna....bukan manusia suci yang dikehendaki meski sekedar berbagi...
cukup dengan maki, tak perlu kau hempaspun sudah jatuh...
Cerita dan keluh kesah yang aku dengar hanya buaian, cukup aku dengar meski masih ingin peduli.
terima kasih, tengkiu...

Monday, October 01, 2007

Orang yang Tidak Pernah Miskin

Menjadi kaya, mungkin itu adalah impian banyak sekali orang. Entah itu kaya secara material, maupun kaya secara spiritual, apa lagi kaya kedua-duanya, ia sudah menjadi magnet dengan daya tarik yang demikian besar. Lebih dari delapan puluh persen energi manusia terkuras untuk meraih ini semua. Bahkan tidak sedikit manusia yang menghabiskan hampir seluruh hayatnya hanya untuk menjadi kaya. Tidak ada satupun manusia waras yang bercita-cita untuk menjadi miskin.

Di tengah arus deras pencaharian seperti ini, dalam renungan-renungan keheningan kadang terpikir, adakah manusia yang tidak pernah miskin? Ya sejak lahir sampai dengan meninggal, ia tidak pernah mengalami kemiskinan. Kalau orang seperti itu ada, betapa beruntungnya dia. Lama sempat saya mencari orang-orang yang tidak pernah miskin ini. Dari sekian desa dan kota yang sempat saya kunjungi. Entah di negeri sendiri, atau di negeri orang, sungguh teramat sulit menemukannya. Ada yang lahir serta besar di keluarga kaya secara materi, namun merasa diri paling miskin di dunia. Sebab, selalu membandingkan dirinya dengan orang yang lebih tinggi. Ada juga yang lahir dan tumbuh di keluarga yang kaya secara spiritual, tetapi menyesali kehidupan materinya yang serba kekurangan.

Ada jawaban yang sederhana dan mendasar mengenai kemiskinan ini, yaitu: "those who are good at enjoying life are not poor". Dengan kata lain, manusia yang tidak pernah miskin berkaitan dengan seberapa baik dan seberapa bisa ia menikmati dan mensyukuri hidupnya. Begitu kemampuan menikmati dan mensyukuri melekat dalam pada kehidupan seseorang, maka masuklah ia dalam kelompok yang tak pernah miskin.

Bagaimana bisa disebut miskin kalau pada tingkatan penghasilan dan kehidupan manapun ia hanya mengenal kata syukur, syukur dan syukur. Di tahapan-tahapan awal, syukur memang memerlukan pembanding, terutama pembanding yang lebih rendah. Akan tetapi, dalam pemahaman yang lebih mendalam, syukur adalah syukur. Ia tidak lagi memerlukan pembanding.

laut galilea dan laut mati

Di Palestina ada dua laut. Keduanya sangat berbeda.

Yang satu dinamakan Laut Galilea, yaitu sebuah danau yang luas dengan air
yang jernih dan bisa di minum. Ikan dan manusia berenang dalam laut
tersebut.

Danau itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau, banyak orang
mendirikan rumah di sekitarnya.


Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh sesuai dgn namanya.

Segala sesuatu yg ada didalamnya mati. Airnya sungguh asin sehingga kita
bisa sakit jika meminumnya. Danau itu tidak ada ikannya dan tidak ada
sesuatupun yg sanggup tumbuh di tepiannya. Tak juga ada orang yg ingin
tinggal di sekitarnya, sebab baunya sangat tak sedap.


Jadi yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa sungai yang mengalir
ke keduanya adalah satu sungai. Trus, apa yang membuatnya kemudian jadi
beda?

Bedanya, laut yang satu menerima dan memberi (Galilea), sedang laut lainnya
menerima dan menyimpannya saja (Laut mati).


Sungai Yordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar danau
itu. Danau tersebut memanfaatkan air sungai Yordan dan kemudian
meneruskannya kepada danau lain yg juga memanfaatkannya. Sungai Yordan
kemudian mengalir ke Laut Mati namun tdk pernah keluar lagi.


Laut Mati menyimpan air Sungai Yordan bagi dirinya sendiri.

Hal itulah yang membuatnya mati : hanya menerima dan tidak mau memberi.

cerita dari de mello

Sebuah kuil dibangun di suatu pulau, tiga kilometer jauhnya dari pantai.
Dalam kuil itu terdapat seribu lonceng. Lonceng-lonceng yang besar,
lonceng-lonceng yang kecil, semuanya dibuat oleh pengrajin-pengrajin terbaik
di dunia. Setiap kali angin bertiup atau taufan menderu, semua lonceng kuil
serentak berbunyi dan secara terpadu membangun sebuah simponi. Hati setiap
orang yang mendengarkannya terpesona.

Tetapi selama berabad-abad pulau itu tenggelam di dalam laut; demikian juga
kuil bersama dengan lonceng-loncengNya. Menurut cerita turun-temurun
lonceng-lonceng itu masih terus berbunyi. tanpa henti, dan dapat didengar
oleh setiap orang yang mendengarkannya dengan penuh perhatian.

Tergerak oleh cerita ini, seorang pemuda menempuh perjalanan sejauh
beribu-ribu kilometer. Tekadnya telah bulat untuk mendengarkan bunyi
lonceng-lonceng itu. Berhari-hari ia duduk di pantai, berhadapan dengan
tempat di mana kuil itu pernah berdiri, dan mendengarkan - mendengarkan
dengan penuh perhatian. Tetapi yang didengarnya hanyalah suara gelombang
laut yang memecah di tepi pantai. Ia berusaha mati-matian untuk menyisihkan
suara gelombang itu supaya dapat mendengar bunyi lonceng. Namun sia-sia.
Suara laut rupanya memenuhi alam raya.

Ia bertahan sampai berminggu-minggu. Ketika semangatnya mengendor, ia
mendengarkan orang tua-tua di kampung. Dengan terharu mereka menceritakan
kisah seribu lonceng dan kisah tentang mereka yang telah mendengarnya.
Dengan demikian ia semakin yakin bahwa kisah itu memang benar. Dan
semangatnya berkobar lagi, apabila mendengar kata-kata mereka ... tetapi
kemudian ia kecewa lagi, kalau usahanya selama berminggu-minggu ternyata
tidak menghasilkan apa-apa.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri usahanya. Barangkali ia tidak
ditakdirkan menjadi salah seorang yang beruntung dapat mendengar bunyi
lonceng-lonceng kuil itu. Mungkin juga legenda itu hanya omong kosong saja.
Lebih baik pulang saja dan mengakui kegagalan, demikian pikirnya.

Pada hari terakhir ia duduk di pantai pada tempat yang paling disayanginya.
Ia berpamitan kepada laut, langit, angin serta pohon-pohon kelapa. Ia
berbaring di atas pasir, memandang langit, mendengarkan suara laut. Pada
hari itu ia tidak berusaha menutup telinganya terhadap suara laut, melainkan
menyerahkan dirinya sendiri kepadanya. Dan ia pun menemukan suara yang
lembut dan menyegarkan di dalam gelora gelombang laut. Segera ia begitu
tenggelam dalam suara itu, sehingga ia hampir tidak menyadari dirinya lagi.
Begitu dalam keheningan yang ditimbulkan suara gelombang dalam hatinya.

Di dasar keheningan itu, ia mendengarnya! Dentang bunyi satu lonceng
disambut oleh yang lain, oleh yang lain lagi dan oleh yang lain lagi ... dan
akhirnya seribu lonceng dari kuil itu berdentangan dengan satu melodi yang
agung berpadu. Dalam hatinya meluap rasa kagum dan gembira.

Jika engkau ingin mendengar lonceng-lonceng kuil, dengarkanlah suara laut.

Jika engkau ingin melihat Tuhan, pandanglah ciptaan dengan penuh perhatian.
Jangan menolaknya, jangan memikirkannya. Pandanglah saja. (Anthony de Melo)

Socrates, sang bijak

Pada jaman dahulu kala, ada seorang anak yang senang sekali belajar. Ia ingin memperoleh hikmat dan kebijaksanaan, lalu ia pergi ke orang yang paling bijaksana di kota itu, Socrates, untuk meminta nasihat.

Socrates sudah sangat tua dan memiliki pengetahuan yang sangat luas di samping terkenal karena kebijaksanaannya.

Anak itu lalu bertanya kepada Socrates bagaimana ia juga dapat memperoleh kebijaksanaan. Socrates yang terkenal jarang berbicara banyak, memilih untuk tidak menjawab pertanyaan anak itu dengan kata-kata, tetapi dengan ilustrasi.

Ia membawa anak itu ke pantai dan dengan pakaian yang masih lengkap terus berjalan ke arah air sampai pakaiannya menjadi basah. Ia suka melakukan hal-hal yang membangkitkan rasa ingin tahu, terutama ketika ia sedang mencoba untuk membuktikan sesuatu. Anak itu dengan bersemangat mengikuti instruksi Socrates dan ikut berjalan ke arah laut sampai permukaan air mencapai dagu mereka. Tanpa berkata apa-apa, Socrates mengulurkan tangannya ke arah bahu anak itu.

Sambil memandang mata anak itu dengan tajam, tiba-tiba Socrates mendorong kepala anak itu ke bawah air dengan sekuat tenaga.

Anak itu meronta-ronta dan tepat sesaat sebelum anak itu kehabisan napas, Socrates melepaskan cengkeramannya. Anak itu segera keluar ke permukaan air dan mengambil napas sebanyak-banyaknya sambil terbatuk-batuk karena air laut yang asin, melihat ke sekeliling dengan marah mencari Socrates untuk meminta penjelasan atas perbuatannya.

Sedangkan anak itu sedang bingung, Socrates sudah menunggu dengan sabar di pinggir pantai. Ketika anak itu sampai di pinggir pantai, ia langsung berteriak, "Kenapa kamu mencoba membunuh saya?"

Socrates dengan tenang menjawab dengan pertanyaan:

"Anakku, ketika kamu sedang di bawah air dan tidak yakin apakah kamu masih bisa hidup lagi, apa yang kamu inginkan melebihi semua yang ada di dunia ini?"

Anak itu merenung sebentar lalu menjawab dengan pelan, "Saya hanya ingin bernapas."

Socrates tersenyum dengan lebar sambil menatap anak itu dan berkata,
"Ah! Saat kamu menginginkan hikmat dan kebijaksanaan sebegitu besarnya seperti kamu ingin bernapas, itulah saatnya dimana kamu akan segera mendapatkannya!"

cerita tentang kesombongan..

Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”

Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.

Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.

Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.

Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.

Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?

1 dan 0

Cobalah sebutkan angka terbesar yang kita ketahui, dan kalikanlah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil selalu Nol.

Cobalah sebutkan angka terkecil yang kita ketahui, dan bagilah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil Tidak Terhingga.

Sedang angka 1, berapapun angka yang kita sebutkan, dibagi ataupun dikali hasilnya selalu sama dengan bilangan itu sendiri.

Angka Nol adalah representasi dari KEIKHLASAN. KEIKHLASAN selalu membawa/ membuahkan KEBERKAHAN.

Angka Satu adalah representasi kebalikan dari KEIKHLASAN. Dan KETIDAK IKHLASAN tidak pernah membawa keberkahan.

Manusia dengan kehidupannya, pada awalnya dan masa kanak-kanaknya berada pada posisi angka Nol. Semakin dewasa, dengan segala pengalaman hidupnya dia akan bergerak naik turun ke arah 1 atau ke arah 0.

Orang yang mengikuti hawa nafsunya, akan semakin mendekati ke angka 1. Pada saat mencapai angka 1, dia akan menuhankan dirinya. Dia akan merasa bahwa dunia sudah digenggamnya dan itu atas usaha dan jerih payahnya.Tampak sekali kesombongan selalu muncul dari tingkah lakunya.

Orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, dia akan bergerak ke arah Nol, menuju ke fitrahnya kembali. Orang seperti ini selalu rendah hati (bukan rendah diri), selalu tawadu, berserah diri dan bertawakal, baik pada saat diberi kelebihan maupun kekurangan.

Dari sisi rizki, orang yang berada pada angka 1, apabila misalnya mendapatkan rizki Rp. 1.000.000,-, maka itulah uang yang diperolehnya, tidak lebih dan tidak kurang. Nilai keberkahannya adalah 1 juta rupiah dibagi 1 sama dengan 1 juta rupiah.

Orang yang berada pada angka 0, apabila misalnya mendapatkan rizki Rp. 1.000.000,-, maka nilai keberkahannya adalah tak terhingga. Berapapun rizki yang diperoleh, dia mendapatkan rizki yang berkah tidak terhingga. Orang dengan angka Nol ini derajat keikhlasannya sudah tertinggi, sehingga berapapun yang diperoleh, selalu dapat mencukupi dirinya, bahkan mampu menolong orang lain.

Orang dengan angka 0 hanya terdapat pada para Nabi.

Semakin ikhlas seseorang, semakin mendekat ke arah 0. Misalnya 0.2, maka nilai keberkahannya adalah 1 Juta dibagi 0.2 = Rp 5.000.000,-

Sebaliknya, pada saat orang mendapatkan halangan dan cobaan. Orang-orang yang ikhlas, yang memiliki angka 0, berapapun bilangan halangan dan cobaannya, dikalikan dengan 0 akan sama dengan 0. Dia tidak pernah merasakan beban apapun terhadap halangan dan cobaan yang menimpanya.

Sedangkan pada orang yang berbilangan 1, dia akan merasakan sakit, stress dan bahkan sakit jiwa atau berputus asa, karena dia selalu merasakan gejolak jiwa sesuai dengan besar dan kecilnya cobaan.

Itulah Keikhlasan yang terkait dengan keberkahan. Keikhlasan adalah dari Hati, dan hanya hati kita sendiri dan Allah saja yang mengetahui.

Maka, seorang penjual es keliling yang menyumbangkan Rp2.000,- ke kotak Masjid secara ikhlas, sangat jauh nilainya di depan Allah dibanding dengan seorang Jutawan yang menyumbangkan uang Rp1 Juta ke kotak Masjid karena niat yang lain.

Untuk itu, setiap manusia perlu mengupayakan kembali/ mengarah ke titik Nol. Maka akan diperoleh ketenangan dan kecukupan yang telah dijanjikan Allah.

apa judulnya ya ?

Seorang pria terlambat pulang dari kantor, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
‘Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah yang ayah peroleh dari kerja Ayah tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya Cuma mau tahu. Tolong, beritahu saya, berapa rupiah Ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap inginmengetahuinya, Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya”
“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu rupiah?”
Si Ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan! Ayah berkerja keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si Ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.

Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang?
Sekitar sejam kemudian , ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang.
Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya
“Tidak Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras sama kamu,” kata si ayah.
“Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”
Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Ayah, terima kasih sekali”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.

Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.
“Kalau kau sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uang yang aku punya belum cukup, tapi sekarang sudah,” jawab si kecil
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu, Boleh aku membeli waktu Ayah sekitar satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersama Ayah..”.

Tuesday, September 25, 2007

Anekdot-anekdot Fudhail Ibnu 'Iyadh

Tiga Kelompok orang faqir
Orang-orang berkumpul mengerumuni Bisyr, ia sedang berkhotbah tenfang qona'ah. Salah seorang yang hadir menyelanya.
"Abu Nashr, engkau tidak menerima apapun dari makhluk untuk meraih ketinggian maqam-mu! Jika engkiu tulus menjalani penyangkalan dirimu dan sungguh sungguh telah memalingkan dari dunia ini, maka terimalah pemberian orang lain hingga engkau kehilangan ketinggian maqam-mu di mata manusia. Berikan segala yang engkau terima kepada fakir miskin secara sernbunyi-sembunyi kemudian teguhlah dalam keimanan kepadaNya dan raihlah ganjaranmu dariNya."

Kata-kata ini benar benar mengesankan murid Bisyr. Bisyr menjawab sebagai berikut: "Ketahuilah ! Kaum miskin terbagi ke dalam tiga kelas. Kelas pertama terdiri dari mereka yang tidak pernah meminta apapun jua, dan jika mereka diberi apa saja, mereka menolaknya. Mereka adalah para spiritualis; jika mereka meminta kepada Allah, Allah akan memberikan apa saja yang mereka inginkan; dan jika mereka menyampaikan permohonan yang mendesak kepada Allah, niscaya permohonan mereka terkabul. Kelas kedua terdiri dari mereka yang tidak meminta, namun mereka mau menerima diberi. Mereka adalah orang-orang dalam tingkatan menengah; mereka teguh dalam keyakinan mereka kepada Allah, dan mereka kelak duduk di meja surga. Kelas ketiga terdiri dari mereka yang duduk dengan sabar; sepanjang mereka mampu, mereka mencermati hidup mereka, dan menolak hasrat-hasrat lahiriah."
"Aku puas dengan jawabanmu" kata si penyela semoga Allah ridha padamu!"

Bekal haji
Sekelompok orang datang menemui Bisyr.
"Karni datang dari Suriah dan hendak berhaji," mereka berkata. "Apakah engkau berkenan untuk berhaji bersama kami?"
"Dengan tiga syarat," Bisyr menjawab. "Pertama, kita tidak akan membawa apa-apa. Kedua, kita tidak kan meminta apa pun. Ketiga, jika kita diberi apa saja, kita tidak akan menerimanya."
"Tidak meminta apa pun dan tidak membawa apa-apa... itu dapat kami terima," jawab mereka. "Tetapi bila kita diberi sesuatu, kita tidak boleh menolakuya."
"Keyakinan kalian tidak pada Allah," Bisyr memaki mereka, "namun pada bekal haji kalian."

Zuhud ala Bisyr
Menjelang ajalnya, Bisyr terbaring di tempat tidurnya. Seorang lelaki masuk dan mengeluh tentang kejamnya nasib. Bisyr memberikan pakaiannya kepada lelaki itu dan ia mengenakan pakaian pinjaman. Dengan mengenakan baju itulah ia meninggal dunia.

Rahasia Maqam Bisyr
Bisyr mengisahkan sebagai berikut:
Suatu kali, aku melihat Nabi saw. dalam mimpi ku. Beliau berkata padaku, "Bisyr, tahukah engkau mengapa Allah memilihmu dari antara orang-orang sezamanmu dan telah mengangkatmu ke posisi yang tinggi?"
"Tidak, wahai Rasulullah,"jawabku.
"Itu karena engkau mengikuti sunahku, menghormati orang-orang saleh, memberi nasihat yang baik kepada para saudaramu, serta mencintaiku dan ahlulbaitku," Nabi saw. memberitahuku. "Karena itulah Allah telah menaikkanmu ke maqam para wali."

Nasihati Aku
Bisyr juga menceritakan kisah berikut:
Suatu malam, aku melihat Imam 'Ali bin Abi Thalib dalam inimpiku. Aku berkata, "Nasihati aku."
"Empatinya orang-orang kaya kepada orang-orang miskin demi meraih ganjaran dari Yang Maha Penyayang adalah suatu hal yang baik," kata Imam Ali. "Yang lebih baik lagi adalah ketika orang-orang miskin memandang rendah orang-orang kaya, dan hanya bersandar pada kemurahan hati Sang Pencipta alam semesta." Beliau menambahkan.

Hikmah Sufistik Syeikh Abdul Wahid bin Zaid

Suatu hari aku melihat seorang lelaki di tengah perjalananku. Ia memakai baju kulit berbulu. Aku ucapkan salam padanya.

"Semoga Allah merahmati anda. Aku bertanya tentang suatu persoalan…" tanyaku padanya.
"Silakan. Hari-hari telah berlalu, nafas terhitung dan terbatas. Sedang Allah terus melihat dan mendengar…" katanya.

"Apakah pangkal ketaqwaan itu?" tanyaku
"Sabar." Jawabnya

"Lalu pangkal kesabaran?"
"Tawakkal pada Allah."

"Pangkal Tawakkal?"
"Memutuskan diri hanya kepada Allah.."

"Pangkal memutuskan diri pada Allah?"
"Menyendiri bersama Allah…"

"Menyendiri dengan Allah itu pangkalnya apa?"
"Tajrid (mengosongkan diri) selain Allah."

"Apakah sesuatu paling lezat?" tanyaku lagi.
"Mesra dengan suka cita pada Dzikrullah.." Jawabnya.

"Lalu apa sesuatu yang paling baik?"
"Hidup bersama Allah…"

"Apa yang disebut paling dekat?"
"Sambung dengan Allah"

"Kemudian apa yang membuat hati sangat lapar?"
"Pisah dengan Allah."

"Apakah yang menjadi himmah (cita-cita) orang yang ma'rifat pada Allah?"
"Bertemu Allah."

"Apa tanda-tanda menjadi pecinta Allah?"
"Mencintai dzikrullah."

"Apakah sukacita dengan Allah itu?"
"Meneguhkan rahasia batin dengan Allah."

"Apakah pangkal dari pasrah itu?"
"Taslim terhadap perintah-perintah Allah."

"Lalu pangkal dari Taslim (pasrah total)?"
"Mengingat bahwa permohonan hanya kepada Allah…"

"Apakah kegembiraan paling agung?"
"Husnudzon kepada Allah."

"Siapakah manusia paling besar?"
"Adalah manusia yang merasa hatinya cukup dengan Allah."

"Siapa manusia paling kuat?"
"Orang yang meraih kekuatan pada Allah."

"Siapa yang disebut orang bangkrut?"
"Orang yang ridlo kepada selain Allah."

"Apakah harga diri itu?"
"Melihat dunia bersama Allah…."

"Kapan seorang hamba jauh dari Allah?"
"Ketika ia terhijab (tertirai) dari Allah".

"Kapan seseorang itu terhijab?"
"Manakala hatinya berhasrat kepada selain Allah."

"Siapakah orang alpa itu?"
"Yaitu orang yang menghabiskan usianya bukan untuk taat kepada Allah."

"Apakah Zuhud di dunia itu?"
"Meninggalkan kesibukan selain Allah yang menghambat dengan Allah."

"Siapa yang disebut orang yang menghadap Allah?"
"Ya, orang yang menghadapkan jiwanya pada Allah."

"Lalu siapa yang menyingkir dari Allah?"
"Ya orang yang menyingkirkan hatinya dari Allah."

"Apakah Qolbun Salim itu?"
"Hati yang kosong selain Allah."

"Ceritakan padaku darimana anda makan?"
"Dari kekayaan Allah."

"Apa yang sesungguhnya anda inginkan?"
"Yang ditetapkan Allah padaku…"

"Kalau begitu beri aku wasiat…"
"Taatlah kepada Allah, ridlolah kepada ketentuan Allah dan bersukacitalah dengan dzikrullah, maka kalian akan menjadi pilihan Allah."

Monday, September 24, 2007

The Impossible Question II

Rasa takut menghambat berkembangnya kedewasaan. Apakah kita melihat aneka akibat rasa takut atau hanya tahu saja tentang hal itu? Perbedaan rasa takut sebagai memori dan kontak langsung dengan rasa takut. Kebergantungan dan kelekatan yang disebabkan oleh rasa takut yang timbul karena rasa kekosongan serta rasa kenihilan. Menyingkapkan rasa-kesepian dan kedangkalan, Kesia-siaannya usaha menghindar. " siapakah yang sadar akan kekosongan?"

Siapa yang bisa jawab? impossible question....
Apa beda rasa takut sebagai memori dengan berhubungan langsung dengan rasa takut? rasa takut akan kematian, mengakibatkan kita fobia terhadap mati. padahal belum tentu kematian itu buruk... rasa takut mengakibatkan ketergantungan, keterikatan terhadap bayangan. Semua bisa hilang apabila kita mempelajari, apa sebab rasa takut tersebut. Hidup dengan melihat apa adanya, pohon adalah pohon, gunung adalah gunung, ular adalah ular, kematian adalah kematian, pertemuan adalah pertemuan dan perpisahan adalah perpisahan. Itulah hidup...kebebasan untuk hidup saat ini, kebebasan dari paradigma, dogma, dan aturan yang mengikat...kosong, isi, kosong, isi....ahhhhhhhhhhhhhhhhhh

Saturday, September 22, 2007

The Impossible Question I

Kebutuhan mengenal diri sendiri. mengetahui dan belajar; belajar memerlukan batin yang bebas dari masa lampau. Lari menghindari rasa takut dan belajar tentang rasa takut. Kesukaran dalam mengamati rasa takut. Siapakah yang mengamati?

kalimat yang sulit dicerna, bukan sastra bukan filsafat, tapi realitas yang sederhana, bukan untuk dipelajari tapi dialami sendiri, pengamatan terhadap diri sendiri, secara objektif, bebas dari belenggu siapakah saya atau apakah saya. Bebas dari pengalaman masa lalu, ataupun bayangan masa depan. Mempelajari rasa takut dengan mengalami rasa takut dan menelaah secara objektif. Bisakah manusia terlepas dari label yang menggantung di leher? Siapa pengamat dan apakah yang diamati? Seorang manusia mengamati diri sendiri, dia sebagai anak, sebagai guru, sebagai murid, sebagai sahabat, sebagai musuh, sebagai kekasih, sebagai kakak, sebagai adik, dan masih banyak label lainnya. Bila bisa melihat diri sebagaimana adanya, secara objektif, tanpa adanya label tersebut, satu langkah terlewati. siapa yang bisa? impossible question....

Friday, September 21, 2007

Rasio Emas - Deret Fibonacci

Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq, 65: 3)

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. (QS. Al Mulk, 67: 3-4)

... Jika sebuah bentuk yang sesuai atau sangat seimbang didapatkan melalui unsur penerapan atau fungsi, maka kita dapat mencari fungsi Angka Emas padanya... Angka Emas bukanlah hasil dari imajinasi matematis, akan tetapi merupakan kaidah alam yang terkait dengan hukum keseimbangan.

Apa yang sama-sama dimiliki oleh piramida di Mesir, lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, bunga matahari, bekicot, buah cemara dan jari-jemari Anda?

Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi pada sebuah deret angka yang ditemukan oleh matematikawan Italia, Fibonacci. Sifat angka-angka ini, yang dikenal sebagai angka-angka Fibonacci, adalah bahwa masing-masing angka dalam deret tersebut merupakan hasil penjumlahan dari dua angka sebelumnya.


L. Pisano Fibonacci

Angka Fibonacci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".

GOLDEN RATIO (RASIO EMAS) = 1,618

233 / 144 = 1,618

377 / 233 = 1,618

610 / 377 = 1,618

987 / 610 = 1,618

1597 / 987 = 1,618

2584 / 1597 = 1,618


TUBUH MANUSIA DAN RASIO EMAS

Ketika melakukan penelitian atau memulai merancang produk, para seniman, ilmuwan dan perancang mengambil tubuh manusia, yang perbandingan ukurannya ditetapkan berdasarkan rasio emas, sebagai acuan ukuran yang mereka gunakan. Leonardo da Vinci dan Le Corbusier menggunakan tubuh manusia, yang ukurannya ditetapkan menurut rasio emas, sebagai patokan ukuran ketika membuat rancangan karya mereka. Tubuh manusia dijadikan pula sebagai patokan dalam the Neufert, salah satu buku rujukan terpenting arsitektur abad modern.


Leonardo da Vinci menggunakan rasio emas dalam merancang perbandingan ukuran tubuh manusia.

RASIO EMAS PADA TUBUH MANUSIA

Hubungan kesesuaian "ideal" yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan dalam sebuah bagan umum sebagaimana berikut:

Nilai perbandingan M/m pada diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618

Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi seorang manusia setara dengan 1,618 unit. Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah:

Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.

Tangan Manusia

Angkatlah tangan Anda dari mouse komputer dan lihatlah bentuk jari telunjuk Anda. Dalam segala kemungkinan akan Anda saksikan rasio emas padanya.

Jari-jemari kita memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan angka rasio emas (kecuali ibu jari). Anda juga dapat melihat bahwa perbandingan ukuran panjang jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula.

Anda memiliki dua (2) tangan, dan jari-jemari yang ada padanya terdiri dari tiga (3) ruas. Terdapat lima (5) jari pada setiap tangan, dan hanya delapan (8) dari keseluruhan sepuluh jari ini tersambung menurut rasio emas: 2, 3, 5, dan 8 bersesuaian dengan angka-angka pada deret Fibonacci.

Rasio Emas pada Wajah Manusia

Terdapat beberapa rasio emas pada wajah manusia. Akan tetapi Anda tidak dianjurkan mengambil penggaris dan berusaha mengukur wajah-wajah orang, sebab hal ini merujuk pada "wajah manusia ideal" yang ditetapkan oleh para ilmuwan dan seniman.

Misalnya, jumlah lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas. Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan rasio emas. Semua ini adalah perbandingan ukuran ideal yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang dokter. Sejumlah rasio emas lain pada wajah manusia adalah:

Panjang wajah / lebar wajah,
Jarak antara bibir dan titik di mana kedua alis mata bertemu / panjang hidung,
Panjang wajah / jarak antara ujung rahang dan titik di mana kedua alis mata bertemu,
Panjang mulut / lebar hidung,
Lebar hidung / jarak antara kedua lubang hidung,
Jarak antara kedua pupil / jarak antara kedua alis mata.

Rasio Emas pada Paru-Paru

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 1985 dan 1987 , fisikawan Amerika B. J. West dan Dr. A. L. Goldberger menemukan keberadaan rasio emas pada struktur paru-paru. Salah satu ciri jaringan bronkia yang menyusun paru-paru adalah susunannya yang asimetris. Misalnya, pipa saluran udara yang bercabang membentuk dua bronkia utama, satu panjang (bronkia kiri) dan yang kedua pendek (bronkia kanan). Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke percabangan-percabangan bronkia selanjutnya. dipastikan bahwa pada seluruh percabangan ini perbandingan antara bronkia pendek terhadap bronkia panjang selalu bernilai 1/1,618.

PERSEGI PANJANG EMAS DAN RANCANGAN PADA SPIRAL

Sebuah persegi panjang yang perbandingan panjang sisi-sisinya sama dengan rasio emas dikenal sebagai "persegi panjang emas." Sebuah persegi panjang yang panjang dan lebarnya masing-masing berukuran 1,618 dan 1 satuan panjang adalah persegi panjang emas. Mari kita letakkan sebuah bujur sangkar di sepanjang sisi lebar dari persegi panjang ini dan menggambar seperempat lingkaran yang menghubungkan dua sudut dari bujur sangkar ini. Kemudian, kita gambar satu bujur sangkar lagi dan seperempat lingkaran pada sisi yang selebihnya dan melakukan hal demikian pada seluruh persegi panjang yang ada pada persegi panjang utama. Jika Anda melakukan hal ini, pada akhirnya Anda akan mendapatkan sebuah spiral.

Pakar keindahan asal Inggris William Charlton menjelaskan bagaimana orang-orang menyukai bentuk spiral dan telah menggunakannya selama ribuan tahun. Ia menyatakan bahwa kita menyukai bentuk spiral karena penglihatan kita dapat dengan mudah mengikuti bentuk tersebut.

Spiral yang didasarkan pada rasio emas memiliki rancangan paling tak tertandingi yang dapat Anda temukan di alam. Sejumlah contoh pertama yang dapat kita berikan adalah susunan spiral pada bunga matahari dan buah cemara. Ada lagi contoh yang merupakan penciptaan tanpa cela oleh Allah Yang Mahakuasa dan bagaimana Dia menciptakan segala sesuatu dengan ukuran: proses pertumbuhan banyak makhluk hidup berlangsung pula dalam bentuk spiral logaritmik. Bentuk-bentuk lengkung spiral ini senantiasa sama dan bentuk dasarnya tidak pernah berubah berapapun ukurannya. Tidak ada bentuk mana pun dalam matematika yang memiliki sifat ini.

Rancangan pada Kerang Laut


Rancangan tanpa cela pada cangkang nautilus memiliki bentuk yang mengikuti rumus rasio emas.

Saat meneliti cangkang makhluk hidup yang digolongkan sebagai hewan bertubuh lunak atau moluska, yang hidup di dasar laut, bentuk dan struktur permukaan bagian dalam dan luar dari cangkangnya menarik perhatian para ilmuwan:

Permukaan bagian dalamnya halus licin, sedangkan di bagian luarnya bergalur. Tubuh moluska berada di dalam cangkang, oleh karena itu permukaan bagian dalamnya haruslah halus licin. Garis pinggiran luar dari cangkang menambah kekokohan cangkang, sehingga meningkatkan kekuatannya. Bentuk-bentuk cangkang membuat orang kagum karena kesempurnaan dan sifat menguntungkan yang dihasilkan proses penciptaannya. Gagasan spiral pada cangkang terwujudkan dalam bentuk geometris sempurna, dalam bentuk rancangan yang sungguh elok dan "tajam".

Cangkang-cangkang kebanyakan moluska tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik. Sungguh tidak ada keraguan bahwa hewan-hewan ini tidak memahami perhitungan matematis paling sederhana sekalipun, apalagi bentuk spiral logaritmik. Jadi bagaimana makhluk-makhluk tersebut dapat mengetahui hal itu sebagai yang terbaik baginya untuk tumbuh? Bagaimana binatang-binatang ini, yang oleh sejumlah ilmuwan digambarkan sebagai makhluk "primitif," tahu bahwa spiral logaritmik adalah bentuk terbaik bagi mereka? Mustahil pertumbuhan semacam ini terjadi tanpa adanya suatu pengetahuan atau kecerdasan. Pengetahuan tersebut ada tapi bukan pada moluska ataupun di alam itu sendiri, meskipun sejumlah ilmuwan menyatakan hal demikian. Sama sekali tidaklah masuk akal untuk berusaha menjelaskan hal tersebut sebagai suatu ketidaksengajaan. Rancangan ini hanya dapat dihasilkan oleh suatu kecerdasan dan pengetahuan mahatinggi, yang merupakan milik Allah Yang Mahakuasa, Pencipta segala sesuatu:

"Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?" (QS. Al An'aam, 6: 80)

Pertumbuhan mengikuti pola semacam ini digambarkan sebagai "gnomic growth" (pertumbuhan gnomis) oleh ilmuwan biologi Sir D'Arcy Thompson, seorang pakar dalam bidang tersebut, yang menyatakan bahwa mustahil membayangkan adanya sistem lain yang lebih sederhana, selama pertumbuhan cangkang kerang laut, daripada sistem yang didasarkan pada pelebaran dan pemanjangan yang terbentuk mengikuti perbandingan yang sama dan tidak berubah. Ia menjelaskan, cangkang tersebut terus-menerus tumbuh, akan tetapi bentuknya tetap sama.

Seseorang dapat menyaksikan salah satu contoh paling bagus dari pertumbuhan semacam ini pada seekor nautilus, yang garis tengahnya hanya beberapa sentimeter. C. Morrison menjelaskan proses pertumbuhan ini, yang sangat sulit untuk dirancang sekalipun dibantu dengan kecerdasan manusia, dengan menyatakan bahwa di sepanjang cangkang nautilus, spiral yang ada di bagian dalam memanjang dan tersusun atas sejumlah bilik yang disekat oleh dinding-dinding yang terbuat dari karang mutiara. Ketika hewan ini tumbuh, ia membentuk satu bilik lagi di mulut cangkang spiral yang berukuran lebih besar daripada bilik sebelumnya, dan bergerak maju memasuki tempat yang lebih besar ini dengan menutup pintu di belakangnya menggunakan selembar sekat karang mutiara.

Nama ilmiah dari sejumlah hewan laut lain yang memiliki spiral logaritmik dengan rasio pertumbuhan yang berbeda-beda pada cangkang mereka adalah:

Haliotis parvus, Dolium perdix, Murex, Fusus antiquus, Scalari pretiosa, Solarium trochleare.

Ammonite, binatang laut punah yang kini ditemukan hanya dalam bentuk fosil, juga memiliki cangkang yang tumbuh mengikuti bentuk spiral logaritmik.

Pertumbuhan mengikuti bentuk spiral pada dunia hewan tidak terbatas pada cangkang-cangkang moluska. Binatang-binatang seperti antelop, kambing dan biri-biri menyelesaikan perkembangan tanduk mereka dalam bentuk spiral yang berdasarkan rasio emas.

Rasio Emas pada Organ Pendengaran dan Keseimbangan.

Koklea pada telinga bagian dalam manusia berperan menghantarkan getaran suara. Struktur bertulang ini, yang berisi cairan, memiliki bentuk spiral logaritmik dengan sudut tetap =73°43´ yang memiliki rasio emas.

Gading dan Gigi yang Tumbuh Mengikuti Bentuk Spiral

Contoh-contoh lengkungan yang berdasarkan pada spiral logaritmik dapat disaksikan pada gading gajah dan mammoth (sebangsa gajah purba yang besar dan berambut) yang kini telah punah, cakar singa, dan paruh burung beo. Laba-laba eperia senantiasa merajut jaringnya dengan bentuk spiral logaritmik. Di kalangan mikroorganisme yang dikenal sebagai plankton, tubuh hewan globigerinae, planorbis, vortex, terebra, turitellae dan trochida semuanya membentuk spiral.

RASIO EMAS DALAM DUNIA MIKRO

Bentuk-bentuk geometris tidaklah terbatas pada segitiga, bujur sangkar, segilima atau segienam. Bentuk-bentuk ini juga dapat saling bertemu dalam aneka cara dan menghasilkan bentuk geometris tiga dimensi yang baru. Kubus dan piramida adalah contoh pertama yang dapat dikemukakan. Namun, ada pula selain itu bentuk-bentuk tiga dimensi seperti tetrahedron (dengan empat sisi yang seragam), oktahedron, dodekahedron dan ikosahedron, yang mungkin tak pernah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita dan yang namanya bahkan mungkin belum pernah kita dengar. Dodekahedron tersusun atas 12 sisi berbentuk segilima, dan ikosahedron terdiri dari 20 buah sisi segitiga. Para ilmuwan telah menemukan bahwa bentuk-bentuk ini secara matematis seluruhnya dapat berubah bentuk dari satu ke yang lain, dan perubahan ini terjadi dengan rasio yang terkait dengan rasio emas.

Bentuk-bentuk tiga dimensi yang memiliki rasio emas sangatlah umum pada mikroorganisme. Banyak virus berbentuk ikosahedron. Di antara yang terkenal adalah virus Adeno. Cangkang protein dari virus Adeno tersusun atas 252 subunit protein, yang kesemuanya tersusun secara seragam. Sebanyak 12 subunit protein yang terletak pada sudut-sudut ikosahedron tersebut membentuk prisma pentagonal. Bentuk menyerupai batang menonjol keluar dari sudut-sudut ini.

Yang pertama menemukan bahwa virus-virus ada dalam bentuk-bentuk yang memiliki rasio emas adalah Aaron Klug dan Donald Caspar dari Birkbeck College di London pada tahun 1950-an. Virus pertama yang mereka pastikan memiliki rasio emas adalah virus polio. Virus Rhino 14 memiliki bentuk yang sama seperti virus polio.

Mengapa virus-virus memiliki bentuk-bentuk yang didasarkan pada rasio emas, yakni bentuk-bentuk yang sulit untuk kita bayangkan dalam benak kita sekalipun? A. Klug, yang menemukan bentuk-bentuk ini, memaparkan:

Rekan saya Donald Caspar dan saya menunjukkan bahwa rancangan pada virus-virus ini dapat dijelaskan melalui keumuman bentuk simetri ikosahedral yang memungkinkan satuan-satuan pembangunnya yang seragam untuk dipasangkan satu sama lain dalam susunan yang kurang lebih sama, dengan sedikit kelenturan di dalamnya. Kami mengumpulkan seluruh rancangan yang mungkin, yang memiliki kemiripan dengan kubah-kubah geodesik yang dirancang oleh sang arsitek R. Buckminster Fuller. Akan tetapi, kubah-kubah Fuller harus dirakit dengan mengikuti rumus-rumus yang lumayan rumit, sedangkan rancangan pada cangkang virus memungkinkannya terbentuk secara mandiri.

Penjelasan Klug sekali lagi menyingkap sebuah kebenaran nyata. Terdapat perencanaan teramat teliti dan perancangan cerdas pada virus sekalipun, wujud yang dianggap para ilmuwan sebagai "salah satu makhluk hidup paling sederhana dan paling kecil." ini sangat jauh lebih sempurna dan unggul dibandingkan karya Buckminster Fuller, salah satu arsitek terkemuka di dunia.

Dodekahedron dan ikosahedron juga tampak pada rangka silika dari radiolaria, organisme laut bersel satu. Bentuk dan ukuran yang didasarkan pada dua bentuk geometris ini, seperti dodekahedron sama-sisi dengan bagian menyerupai kaki yang menonjol keluar dari masing-masing sudutnya, serta aneka bentuk pada permukaannya memunculkan bentuk-bentuk badan radiolaria dengan keindahan yang beragam. Sebagai contoh dari kelompok organisme ini, yang berukuran kurang dari satu milimeter, dapat kita kemukakan Circigonia icosahedra yang berbentuk ikosahedron dan Circorhegma dodecahedra dengan rangka dodekahedron.

Rasio Emas pada DNA

Molekul yang mengandung informasi tentang seluruh sifat-sifat fisik makhluk hidup juga telah diciptakan dalam bentuk yang didasarkan pada rasio emas. Molekul DNA, cetak biru kehidupan, didasarkan pada rasio emas. DNA tersusun atas dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1 angstrom adalah seperseratus juta sentimeter.) 21 dan 34 adalah dua angka Fibonacci yang berurutan.

RASIO EMAS PADA KRISTAL SALJU

Rasio emas juga mewujud pada struktur kristal. Kebanyakan struktur ini teramat kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi Anda dapat menyaksikan rasio emas pada serpihan salju. Ragam bentuk panjang dan pendek yang beraneka yang membangun bentuk serpihan salju, semuanya menghasilkan rasio emas.

RASIO EMAS DI RUANG ANGKASA

Di jagat raya terdapat banyak galaksi-galaksi berbentuk pilin (spiral) yang memiliki rasio emas pada strukturnya.

Rasio Emas dalam Fisika

Anda menjumpai deret dan rasio emas di bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup fisika. Ketika suatu sumber cahaya ditempatkan di atas dua lapisan kaca yang saling bertumpukan, sebagian dari cahaya itu menembusnya, sebagian lagi diserap, dan sisanya dipantulkan. Apa yang terjadi adalah "pemantulan berulang-ulang." Jumlah garis yang dilalui berkas cahaya di dalam kaca sebelum akhirnya keluar kembali bergantung pada jumlah pemantulan yang dialaminya. Pada akhirnya, ketika kita menghitung jumlah berkas cahaya yang akhirnya keluar kembali, kita dapati bahwa jumlah ini bersesuaian dengan angka-angka Fibonacci.

Fakta bahwa banyak sekali struktur benda hidup dan tak hidup yang saling tak terkait di alam namun memiliki bentuk yang mengikuti satu rumus matematis tertentu merupakan salah satu bukti paling nyata bahwa semua ini telah dirancang secara khusus. Rasio emas adalah rumus keindahan yang sangat dikenal dan diterapkan oleh para seniman. Karya-karya seni yang didasarkan pada rasio itu menampilkan kesempurnaan keindahan. Tumbuhan, galaksi, mikroorganisme, kristal dan makhluk hidup yang dirancang menurut acuan yang ditiru oleh para seniman ini semuanya adalah contoh daya cipta mahahebat dari Allah. Allah menyatakan dalam Al Qur'an bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Beberapa ayat ini berbunyi:

… Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. At Thalaaq, 65: 3)

… Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (QS. Ar Ra'd, 13: 8)

A Letter To Elise - The Cure


klik play buat nonton

Oh Elise it doesn't matter what you say
I just can't stay here every yesterday
Like keep on acting out the same
The way we act out
Every way to smile
Forget
And make-believe we never needed
Any more than this
Any more than this

Oh Elise it doesn't matter what you do
I know I'll never really get inside of you
To make your eyes catch fire
The way they should
The way the blue could pull me in
If they only would
If they only would
At least I'd lose this sense of sensing something else
That hides away
From me and you
There're worlds to part
With aching looks and breaking hearts
And all the prayers your hands can make
Oh I just take as much as you can throw
And then throw it all away
Oh I throw it all away
Like throwing faces at the sky
Like throwing arms round
Yesterday
I stood and stared
Wide-eyed in front of you
And the face I saw looked back
The way I wanted to
But I just can't hold my tears away
The way you do
Elise believe I never wanted this
I thought this time I'd keep all of my promises
I thought you were the girl I always dreamed about
But I let the dream go
And the promises broke
And the make-believe ran out...

So Elise
It doesn't matter what you say
I just can't stay here every yesterday
Like keep on acting out the same
The way we act out
Every way to smile
Forget
And make-believe we never needed
Any more than this
Any more than this

And every time I try to pick it up
Like falling sand
As fast as I pick it up
It runs away through my clutching hands
But there's nothing else I can really do
There's nothing else I can really do
There's nothing else
I can really do
At all...

Wednesday, September 19, 2007

Hadis dibulan Ramadhan bagian 1

Demi yang mengutus aku dengan hak. Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim; berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya, dan tidak bersikap angkuh dengan apa yang Allah anugrahkan kepadanya terhadap tetangganya. Demi yang mengutus aku dengan hak Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat keluarga yang membutuhkan santunannya sedang sedekah itu diberikan kepada orang lain. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Ketahuilah, Allah tidak akan memandangnya (memperhatikannya) kelak pada hari kiamat
(Hadis Al-Thabrani)
Sedikit clue...sebelum anda berderma ke media massa, dimana nama anda diumumkan sebagai dermawan, sebagai penderma, tolong perhatikan lingkungan anda sendiri, apakah anda mempunyai saudara yang masih kekurangan, apakah pembantu anda masih sanggup menyekolahkan anaknya, saudara anda masih dapat membeli beras setiap bulannya?

Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantarkan jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang, kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupi (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan, kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah, kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutup kelancaran angin baginya dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya.
(Hadis Al-Thabrani)
sudah tidak perlu dijelaskan lagi.................

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasullulah, jenazah orang kafir berlalu dihadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa."
(Hadis Ahmad)
Setiap manusia adalah ciptaanNya.....hormatilah Sang Pencipta dengan menghormati Ciptaannya

Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada
( Hadis Al- Thobari )
dalam keadaan senang kita melupakanNya, dalam keadaan susah kita menyalahkanNya, kita lupa dan tidak menyadari bahwa Allah selalu berada bersama kita, lebih dekat daripada siapapun, hanya kita tidak menyadarinya.

Alangkah baiknya orang - orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi ( membicarakan ) aib-aib orang lain.
(Hadis Al- Dailami )

Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makan yang diangkatnya ke mulut isterinya.
( Hadis Ahmad dan Abu Dawud )
dalam keadaan apapun, seorang manusia harus mempunyai kesabaran

Iman terbagi dua, separo dalam sabar dan separo dalam syukur
(Hadis Al-Baihaqi)
kesabaran dan rasa bersyukur adalah faktor utama yang sering dilupakan manusia...

Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah islami). Ayah dan ibunyalah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi
(Hadis Al- Bukhari)


Sunday, September 16, 2007

Damai Bersamamu - Chrisye



klik play buat mendengarkan..

Aku Termenung Di Bawah Mentari
Di Antara Megahnya Alam Ini
Menikmati Indahnya Kasih-Mu
Kurasakan Damainya Hatiku

Sabda-Mu Bagai Air Yang Mengalir
Basahi Panas Terik Di Hatiku
Menerangi Semua Jalanku
Kurasakan Tenteramnya Hatiku

Reff;
Jangan Biarkan Damai Ini Pergi
Jangan Biarkan Semuanya Berlalu
Hanya Pada-Mu Tuhan
Tempatku Berteduh
Dari Semua Kepalsuan Dunia

Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu
Akan Kutempuh Semua Perjalanan
Agar Selalu Ada Dekat-Mu
Biar Kurasakan Lembutnya Kasih-Mu

Bila Ku Jauh Dari Diri-Mu
Akan Kutempuh Semua Perjalanan
Hanya Pada-Mu Tuhan
Tempatku berteduh
Daru Semua Kepalsuan Dunia

Saturday, September 15, 2007

BENDE MATARAM

Kini kau seorang lelaki penuh
yang harus berani menempuh perjalanan seorang diri
layaknya kau dilahirkan ke dunia
Seperti saatnya kelak kau kembali ke pangkuan hidup
maka kaupun akan berjalan seorang diri
tanpa teman dan tanpa penasehat.

Karena itu engkau harus belajar.

Belajar mempunyai keputusan cepat, tegas dan tepat
karena hidup tak ubahnya sebuah gelanggang perkelahian
sedangkan satu-satunya senjata untuk menentukan segala hal
hanyalah keputusanmu !
yang lamanya tidak lebih dari sedetik dua detik.

Karena kalau kau selalu ragu dan bimbang
kalau kau tidak mempunyai keputusan
kalau kau selalu bingung menentukan kisah
maka kau akan digulung dan dipilin-pilin.

... ah, kini kau sudah menjadi laki-laki penuh
dan engkau akan menang.
Lalu siapakah yang akan menentukan kemenanganmu itu ?
itulah keputusanmu yang tepat, tegas dan cepat
karena itu, ...
ayo, segera tegakkan kepalamu !!!
Di depanmu tergelar banyak persoalan pelik
dan semuanya itu hanya akan bergantung dari
keputusanmu belaka.

Tuesday, September 11, 2007

Menjelang Ramadhan.....

Hidup ini begitu singkat..
Waktu terus berlalu, kadang terasa cepat, kadang lambat sekali...
Tak terasa, masih diberi kesempatan dalam hidup untuk bertemu bulan Ramadhan lagi...
Banyak waktu dalam kehidupan ini, aku tak mensyukuri anugrahMu..
Aku telah terlena dalam dunia fana ini..
Aku kehilangan kepekaanku..
Aku tak bisa membaca petunjukMu...
Kehilangan kompas dalam lautan kehidupan..

Ya Allah...

Maafkan aku..
untuk semua dosa yang kulakukan..
terhadap diri sendiri, orang tua, ataupun orang lain...
terhadap semua orang yang kucinta, ataupun orang yang tidak kukenal...
baik yang masih ada maupun yang telah tiada...

Ya Allah...

Pernah Kau beri aku kebahagiaan, pernah pula Kau beri kepedihan..
Pernah Kau tempatkan aku ditempat yang tinggi, pernah pula kau jatuhkan aku hingga terhempas...
Kini aku mencoba merangkak bangun kembali.. menuju padaMu...

Ya Allah...

Berikanlah keselamatan, kebahagiaan, kedamaian abadi bagi seluruh mahluk ciptaanMu dipenjuru Jagat Raya ini...
Jangan biarkan lagi ada penderitaan yang sia sia dari mahlukMu...
Jangan ada lagi tangis kesedihan, jerit kelaparan, dan nafsu yang sia sia dari mahlukMu..
Hingga saat semuanya kembali padaMu..

Ya Allah....

Aku hanya manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan...
Aku mengharap surga, meskipun aku tak pantas berada disana..
Tapi jangan biarkan aku terbenam di Neraka..
baik Neraka Dunia ataupun Akhirat.....
Meskipun suka dan duka datang silih berganti...
Berikanlah aku kekuatan untuk menghadapinya......

Ya Allah....

Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan dan tidak kau berikan padaku...
Karena itu adalah kehendakMu
Kebahagiaan, Kepedihan, semua yang terasa manis, asam, pahit dan getir........
Semoga di bulan Ramadhan ini, aku, mereka, dan seluruh mahluk di muka bumi ini mendapatkan hidayahMu...

Allah Maha Besar......






11 september 2007

Monday, September 10, 2007

Beda Suka-Sayang-Cinta

original post by kuke@kaskus.us

* Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

* Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
* Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
* Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...

* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita
selesaikan masalah ini bersama-sama. "

* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."
* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah
yang pernah Tuhan berikan padaku.."

* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang
dia lakukan."

* Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
* Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...

* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

The Cure - Trust



klik play buat nonton...

there's no-one left in the world
that i can hold onto
there is really no-one left at all
there is only you
and if you leave me now
you leave all that we were
undone
there is really no-one left
you are the only one

and still the hardest part for you
to put your trust in me
i love you more than i can say
why won't you just believe?

i love you more than i can say....terima kasih buat waktu yang singkat ini......

salah satu lagu The Cure yang masih saya inget jaman senior high school...

Wednesday, September 05, 2007

Hilangnya keagungan sang wali...

Hari Senin, tanggal 3 september 2007, saya bertugas ke Cirebon dalam rangka wisata ziarah, menuju makam salah seorang wali besar di pulau Jawa, yaitu Sunan Gunung Jati. Sudah lama saya berkeinginan melihat peristirahatan terakhir sang wali, karena saya selalu menikmati saat saat berada di tempat yang dapat mengingatkan saya akan kematian, dimana saya dapat melihat seluruh kilas balik dalam kehidupan saya, dapat melihat pelita dalam hati saya, disaat pelita tersebut meredup, karena hiruk pikuk permasalahan dunia yang terkadang membuat kita kehilangan kendali.

Saya menghormati Sunan Gunung Jati sebagai penyebar agama Islam di Indonesia, sebagai seorang pengelana dalam kehidupan, sebagai seorang wali bagi masyarakat jawa masa itu..
Saya tidak akan membahas mengenai sejarah kehidupan Sunan Gunung Jati maupun silsilah beliau karena hal itu sudah ada banyak tersebar di toko buku ataupun internet dan saya bukanlah seorang ahli sejarah.

Yang menjadi perhatian saya setiba disana, saya tidak dapat menemukan dan merasakan apa yang saya cari, tidak melihat kebesaran sang wali, karena sudah dikemas menjadi suatu objek, yang bertujuan menarik dana dari para pendatang. Makam sunan Gunung Jati sudah menjadi suatu tempat komersil, dimana "Shodaqoh", "Doa", sudah bukan hal yang indah lagi...

Saya melihat, banyak orang, dari anak kecil, remaja, dewasa, sampai kakek dan nenek, menjadi peminta shodaqoh, Kotak "amal" bertebaran dimana mana, yang apabila kita belum memasukan uang kedalam kotak tersebut, badan kita akan ditarik tarik oleh para peminta shodaqoh tersebut. Ada lagi hal komersil disana, yaitu pusar bumi, dan sumur ???, sejarah awalnya saya kurang tahu, hanya sekarang, telah menjadi suatu hal yang menggelikan dimana pusar bumi itu adalah suatu lahan tanah yang apabila tanah tersebut diambil dan ditaburkan di tanah rumah kita, maka rumah kita akan bernilai tinggi, sedangkan sumur ??? apabila diusapkan di wajah maka akan menjadi awet muda....

Dan, yang menjadi puncak keheranan saya adalah, bahwa makam Sunan Gunung Jati tersebut tidak boleh dilihat oleh sembarang orang, hanya boleh dilihat oleh orang tertentu, padahal saya pernah melihat makam Nabi Muhammad SAW dan tidak ada satu orangpun yang melarang, apakah Sunan Gunung Jati melebihi Rasulullah?

Saya menjadi berpikir...
kasihan Sunan Gunung Jati, ia menjadi dipenjara oleh orang orang yang memanfaatkannya setelah beliau wafat, makamnya menjadi objek wisata komersil, orang datang kesana dengan tujuan untuk berdoa, malah menjadi objek pemerasan berdalih shodaqoh...

Sebagian orang yang kesana pun patut dikasihani, mereka datang bukan untuk mempelajari, apa yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati, mempelajari kekayaan pengetahuan dan spiritual beliau. Mereka datang hanya untuk membeli kekayaan, kemuliaan, awet muda, dan banyak hal yang tidak ada hubungannya dengan Sunan Gunung Jati. Tanpa mereka sadari mereka menuntut kepada beliau, bukan memberi. Sudah bukan lagi doa yang tulus...

Akan tetapi, segala sesuatu ada hikmahnya....

ada pelajaran dalam setiap detik kehidupan, yang terkadang kita lewati. Saya bercermin dari sebagian orang tersebut. Dalam Sembahyang, terkadang kita tidak tulus...kita selalu menuntut dari Tuhan, bukan suatu kesalahan apabila kita meminta kepada Tuhan, akan tetapi terkadang terkadang kita lupa untuk memberi kepadaNya, meskipun Ia tidak membutuhkan pemberian kita...Kita ingin terbebas dari api neraka tapi dalam doa kita, yang menjadi fokus kita adalah api neraka tersebut...bukan Sang Pencipta api neraka. Kita berdoa kepadaNya bukan karena rasa cinta terhadapNya, melainkan akibat takut akan api neraka.

Ahhh......
salam hormat untukmu Sunan Gunung Jati...
semoga semangatmu tidak hilang ditelan hiruk pikuk dunia..

hemm....
sebentar lagi puasa, ada satu makam lagi untuk dikunjungi..
Insya Allah, saya akan mengunjungi makam ayah di sukamiskin setelah sholat Jum'at
sama sekali ga ada hal komersil disana..hehehe....
yang ada hanya pemberian sukarela untuk perawatan makam keluarga...








Sunday, September 02, 2007

Doa....

Tuhan

Terima kasih untuk semua yang
telah terjadi dalam dunia ini
baik dunia di luar diriku, alam semesta,
sesama maupun dunia didalam diriku,
pikiran, perasaan, kebutuhan, dan iman
untuk kebahagiaan dan penderitaan
untuk keindahan alam dan bencana alam
untuk kelahiran dan kematian
untuk terangnya siang dan gelapnya malam
untuk mereka yang menyukaiku dan
juga untuk mereka yang tidak menyukaiku
untuk kemudahan yang tersedia
dan untuk tantangan yang menghadang
untuk keberhasilan dan kegagalan

terima kasih untuk kesempatan
bahwa aku boleh mengalami semua ini

terutama untuk kesadaran
akan semua pengalaman itu

terlebih lagi untuk
penemuan makna
dari semua pengalaman itu
bahwa Engkau selalu hadir
dalam semua pengalaman itu
sekalipun pada saat-saat tertentu
aku tidak memahami rencana-Mu
sehingga aku sulit untuk
menerima pengalaman itu apa adanya

sekalipun demikian
aku ingin selalu berusaha
membuka diri dalam memahami rencana-Mu
dan kesulitan menjadi begitu memuncak
pada saat aku tidak punya ketersediaan untuk
mengakui keterbatasan manusiawiku
khususnya dalam memahami rencana-Mu
untuk diriku dan untuk dunia ini

dalam keadaan dunia seperti saat ini
aku tetap ingin berusaha terus untuk meyakini
bahwa engkau selalu hadir dan
yang Engkau inginkan adalah
kedamaian bagi alam semesta ini
dan kebahagiaan bagi setiap
dan seluruh umat manusia


Amin

Saturday, September 01, 2007

...

Pendeta sudah hampir selesai membacakan doa pada upacara pemakaman. Tiba-tiba pria berumur 78 tahun yang istrinya—teman hidupnya selama 50 tahun—meninggal dunia dan baru saja dimakamkan berseru dengan sedih, “Aduh, aduh, betapa besarnya cintaku kepadanya!” Keluh kesahnya itu terasa mengganggu ketenangan upacara yang berlangsung khusyuk itu. Para anggota keluarga dan teman-teman yang berdiri di sekeliling nampak kaget dan kikuk karenanya. Anak-anak pria itu, yang semua sudah dewasa, berusaha menenangkannya. “Sudahlah, Ayah—kami mengerti. Sudah, tenanglah.” Pria lansia itu menatap peti mati yang dengan pelan pelan diturunkan ke dalam liang makam, sementara pendeta mengakhiri doa.

Setelah selesai, dipersilahkannya sanak keluarga menaburkan tanah ke atas peti mati sebagai tanda bahwa maut merupakan akhir yag pasti. Hadirin secara bergilir melakukannya, kecuali pria lansia itu. ”Aduh, aku sangat mencintainya!” keluhnya dengan suara keras. Ketiga anaknya berusaha lagi menenangkannya, tetapi ia terus saja berkeluh kesah, ”Aku mencintainya!”

Ketika para pelayat mulai beranjak hendak pergi, pria itu tetap saja berdiri di tempat semula sambil menatap ke dalam liang. Kini pendeta menghampirinya, ”Saya tahu bagaimana perasaan Anda, tetapi kini sudah waktunya pergi. Kita semua harus pergi dari sini dan meneruskan kehidupan kita.”

”Aduh, betapa besarnya cintaku kepadanya!” keluh pria malang itu dengan sedih. ”Anda tidak mengerti,” ujarnya kepada pendeta. ”Saya pernah sekali hendak mengucapkannya kepadanya.”

Kelemahan terbesar dari manusia adalah keseganan untuk menyatakan pada orang lain betapa mereka menyayangi orang-orang itu sewaktu mereka masih hidup.

James Blunt - Goodbye My Lover



klik play buat mendengarkan....

Did I disappoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
'Cause I saw the end before we'd begun,
Yes I saw you were blinded and I knew I had won.
So I took what's mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won't stop there,
I am here for you if you'd only care.
You touched my heart you touched my soul.
You changed my life and all my goals.
And love is blind and that I knew when,
My heart was blinded by you.
I've kissed your lips and held your head.
Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.
I've been addicted to you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

I am a dreamer but when I wake,
You can't break my spirit - it's my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be
I've seen you cry, I've seen you smile.
I've watched you sleeping for a while.
I'd be the father of your child.
I'd spend a lifetime with you.
I know your fears and you know mine.
We've had our doubts but now we're fine,
And I love you, I swear that's true.
I cannot live without you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

And I still hold your hand in mine.
In mine when I'm asleep.
And I will bear my soul in time,
When I'm kneeling at your feet.
Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
I'm so hollow, baby, I'm so hollow.
I'm so, I'm so, I'm so hollow.

i dont know what to say.....

Friday, August 31, 2007

James Blunt - You´re Beautiful



My life is brilliant.

My life is brilliant
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,
'Cause I've got a plan.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

Yes, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Fucking high,
And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last 'till the end.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

La la la la la la la la la

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you.

Thursday, August 30, 2007

[PANDUAN HIDUP] -- Janganlah Kau Menjadi Gelas

original post by Gondoruwo @kaskus.us

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan Guru, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'hati' yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan 'hati' dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

sedikit teguran buat diri sendiri dan yang sempat mampir sini...