Suatu hari aku melihat seorang lelaki di tengah perjalananku. Ia memakai baju kulit berbulu. Aku ucapkan salam padanya.
"Semoga Allah merahmati anda. Aku bertanya tentang suatu persoalan…" tanyaku padanya.
"Silakan. Hari-hari telah berlalu, nafas terhitung dan terbatas. Sedang Allah terus melihat dan mendengar…" katanya.
"Apakah pangkal ketaqwaan itu?" tanyaku
"Sabar." Jawabnya
"Lalu pangkal kesabaran?"
"Tawakkal pada Allah."
"Pangkal Tawakkal?"
"Memutuskan diri hanya kepada Allah.."
"Pangkal memutuskan diri pada Allah?"
"Menyendiri bersama Allah…"
"Menyendiri dengan Allah itu pangkalnya apa?"
"Tajrid (mengosongkan diri) selain Allah."
"Apakah sesuatu paling lezat?" tanyaku lagi.
"Mesra dengan suka cita pada Dzikrullah.." Jawabnya.
"Lalu apa sesuatu yang paling baik?"
"Hidup bersama Allah…"
"Apa yang disebut paling dekat?"
"Sambung dengan Allah"
"Kemudian apa yang membuat hati sangat lapar?"
"Pisah dengan Allah."
"Apakah yang menjadi himmah (cita-cita) orang yang ma'rifat pada Allah?"
"Bertemu Allah."
"Apa tanda-tanda menjadi pecinta Allah?"
"Mencintai dzikrullah."
"Apakah sukacita dengan Allah itu?"
"Meneguhkan rahasia batin dengan Allah."
"Apakah pangkal dari pasrah itu?"
"Taslim terhadap perintah-perintah Allah."
"Lalu pangkal dari Taslim (pasrah total)?"
"Mengingat bahwa permohonan hanya kepada Allah…"
"Apakah kegembiraan paling agung?"
"Husnudzon kepada Allah."
"Siapakah manusia paling besar?"
"Adalah manusia yang merasa hatinya cukup dengan Allah."
"Siapa manusia paling kuat?"
"Orang yang meraih kekuatan pada Allah."
"Siapa yang disebut orang bangkrut?"
"Orang yang ridlo kepada selain Allah."
"Apakah harga diri itu?"
"Melihat dunia bersama Allah…."
"Kapan seorang hamba jauh dari Allah?"
"Ketika ia terhijab (tertirai) dari Allah".
"Kapan seseorang itu terhijab?"
"Manakala hatinya berhasrat kepada selain Allah."
"Siapakah orang alpa itu?"
"Yaitu orang yang menghabiskan usianya bukan untuk taat kepada Allah."
"Apakah Zuhud di dunia itu?"
"Meninggalkan kesibukan selain Allah yang menghambat dengan Allah."
"Siapa yang disebut orang yang menghadap Allah?"
"Ya, orang yang menghadapkan jiwanya pada Allah."
"Lalu siapa yang menyingkir dari Allah?"
"Ya orang yang menyingkirkan hatinya dari Allah."
"Apakah Qolbun Salim itu?"
"Hati yang kosong selain Allah."
"Ceritakan padaku darimana anda makan?"
"Dari kekayaan Allah."
"Apa yang sesungguhnya anda inginkan?"
"Yang ditetapkan Allah padaku…"
"Kalau begitu beri aku wasiat…"
"Taatlah kepada Allah, ridlolah kepada ketentuan Allah dan bersukacitalah dengan dzikrullah, maka kalian akan menjadi pilihan Allah."
No comments:
Post a Comment