Wednesday, October 03, 2007

kematian...?

Sungguh, kematian begitu indahnya..
Sudah tak ada lagi rasa yang menyayat, tangis dan rintihan, kelu dan kebisuan. Yang ada hanya diam dalam kelam, menanti alam yang menjembut raga. Kosong, tak berbentuk dan lugas tak terlindas.
Mati, sudah biasa..bahkan berkali dalam mimpi. Berjuta dalam rasa, tidak cuma sekali..tapi berkali-kali.
Ya, taburan bunga datang tak terduga, entah siapa yang turut berduka, entah siapa yang masih menyimpan rasa, tapi cuma dalam hitungan menit. Bunga melayu, luruh bersama terpaan angin diatas pusara, terbang bersama hembusan semberani sang nafas dunia.
Bukan kali ini saja, kematian berkali-kali..meski kehidupan hanya sekali. Berkali-kali…dengan cara yang sama.
Ya, taburan bunga datang tak terduga, meretas asa yang tergerus sukma. Merengkuh ajal kefanaan jiwa. Cuma semalam, tapi dalam sepanjang masa.
Bukan hanya sekali, tak hanya jatuh lalu ditindih, tapi diinjak lalu dibuang.
Mengapa harus datang “lagi” dengan kesenyapan yang kau punya!? Melongok, menyampaikan rasa lalu setelah kesenyapanmu kembali riuh, kau diam dan melangkah seakan tak ada apapun didetik yang lalu.
Mengapa harus singgah “lagi” kalau hanya untuk mencerca!? Tak perlu ada kata kalau sudah tak nyata, tak perlu sia-siakan waktu untuk berkeluh kalau hanya untuk meludahi.
Aku sudah biasa, sudah tidak heran dengan rasa. Bagimu cuma permainan, bagiku sebuah kenyamanan.
Entah, aku tak tau hitam putihnya lembaran itu, tak mengerti bait kata yang tertoreh indah, tak mengerti makna dibalik lara. Aku hanya menerka, turut merasa lalu terdiam, lelap dengan cerca.
Terima kasih. Aku sudah terbiasa…
Datang, tersenyum, berkisah lalu pergilah dengan cercaan. Aku sudah biasa…
Bukan orang sempurna....bukan manusia suci yang dikehendaki meski sekedar berbagi...
cukup dengan maki, tak perlu kau hempaspun sudah jatuh...
Cerita dan keluh kesah yang aku dengar hanya buaian, cukup aku dengar meski masih ingin peduli.
terima kasih, tengkiu...

No comments: