Showing posts with label j krishnamurti. Show all posts
Showing posts with label j krishnamurti. Show all posts

Monday, September 24, 2007

The Impossible Question II

Rasa takut menghambat berkembangnya kedewasaan. Apakah kita melihat aneka akibat rasa takut atau hanya tahu saja tentang hal itu? Perbedaan rasa takut sebagai memori dan kontak langsung dengan rasa takut. Kebergantungan dan kelekatan yang disebabkan oleh rasa takut yang timbul karena rasa kekosongan serta rasa kenihilan. Menyingkapkan rasa-kesepian dan kedangkalan, Kesia-siaannya usaha menghindar. " siapakah yang sadar akan kekosongan?"

Siapa yang bisa jawab? impossible question....
Apa beda rasa takut sebagai memori dengan berhubungan langsung dengan rasa takut? rasa takut akan kematian, mengakibatkan kita fobia terhadap mati. padahal belum tentu kematian itu buruk... rasa takut mengakibatkan ketergantungan, keterikatan terhadap bayangan. Semua bisa hilang apabila kita mempelajari, apa sebab rasa takut tersebut. Hidup dengan melihat apa adanya, pohon adalah pohon, gunung adalah gunung, ular adalah ular, kematian adalah kematian, pertemuan adalah pertemuan dan perpisahan adalah perpisahan. Itulah hidup...kebebasan untuk hidup saat ini, kebebasan dari paradigma, dogma, dan aturan yang mengikat...kosong, isi, kosong, isi....ahhhhhhhhhhhhhhhhhh

Saturday, September 22, 2007

The Impossible Question I

Kebutuhan mengenal diri sendiri. mengetahui dan belajar; belajar memerlukan batin yang bebas dari masa lampau. Lari menghindari rasa takut dan belajar tentang rasa takut. Kesukaran dalam mengamati rasa takut. Siapakah yang mengamati?

kalimat yang sulit dicerna, bukan sastra bukan filsafat, tapi realitas yang sederhana, bukan untuk dipelajari tapi dialami sendiri, pengamatan terhadap diri sendiri, secara objektif, bebas dari belenggu siapakah saya atau apakah saya. Bebas dari pengalaman masa lalu, ataupun bayangan masa depan. Mempelajari rasa takut dengan mengalami rasa takut dan menelaah secara objektif. Bisakah manusia terlepas dari label yang menggantung di leher? Siapa pengamat dan apakah yang diamati? Seorang manusia mengamati diri sendiri, dia sebagai anak, sebagai guru, sebagai murid, sebagai sahabat, sebagai musuh, sebagai kekasih, sebagai kakak, sebagai adik, dan masih banyak label lainnya. Bila bisa melihat diri sebagaimana adanya, secara objektif, tanpa adanya label tersebut, satu langkah terlewati. siapa yang bisa? impossible question....